LAMPUNG UTARA — Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Ir. Mardiana, mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan menjaga persatuan bangsa melalui Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) Tahap II Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Sidorahayu, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (24/10/2026), tersebut dihadiri aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.
Dalam penyampaiannya, Mardiana menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Pancasila adalah fondasi bangsa ini. Jika kita menjaga nilai-nilai luhurnya, maka persatuan kita akan kuat, dan kesejahteraan bersama akan dapat kita capai,” ujar Mardiana di hadapan warga.
Selain mengulas lima sila Pancasila, politisi Partai NasDem tersebut juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai landasan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memelihara persatuan dan kesatuan serta menolak berbagai paham yang berpotensi memecah belah bangsa.
Mardiana juga mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Karena itu, perbedaan latar belakang, suku, agama, dan pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup rukun dan saling menghormati.
Sementara itu, Kepala Desa Sidorahayu, Winoto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan PIP-WK penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila dan memperkuat semangat kebangsaan.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Ir. Mardiana atas perhatiannya kepada masyarakat Desa Sidorahayu. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk mempertebal rasa persatuan dan memperkuat pemahaman kita tentang jati diri bangsa,” ungkap Winoto.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pemahaman masyarakat mengenai ideologi Pancasila, persatuan, dan keutuhan negara semakin kuat.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini, warga berkesempatan menyampaikan pendapat dan pertanyaan seputar kehidupan berbangsa dan bernegara. (Ef)
![]()













