Nalarmu.id — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan PT BPRS Tani Tubaba meluncurkan Program Pembiayaan Ekonomi Kerakyatan “Subsidi BAZNAS” untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.
Program yang diluncurkan di Balai Tiyuh Tirta Makmur, Selasa (8/9/2026), tersebut menyasar 60 pelaku UMKM di Kecamatan Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Tengah, dan Tumijajar.
Program ini memberikan pembiayaan tanpa agunan dengan dukungan penjaminan dari Pemerintah Kabupaten Tubaba. Setiap penerima manfaat memperoleh subsidi angsuran Rp100 ribu per bulan selama 12 bulan, dengan total alokasi subsidi mencapai Rp 72 juta.
Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah, BAZNAS, dan BPRS Tani Tubaba dalam menghadirkan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Program Pembiayaan Ekonomi Kerakyatan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah, BPRS Tani, dan BAZNAS. Melalui subsidi angsuran yang bersumber dari zakat para ASN, program ini hadir untuk memberikan akses permodalan yang terjangkau guna mendukung dan menggerakkan sektor usaha kecil,” ujar Nadirsyah.
Menurutnya, penguatan ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan lembaga perbankan. Pelaku usaha juga memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian melalui kerja keras dan keberlanjutan usaha.
Nadirsyah mengingatkan penerima manfaat agar memanfaatkan pembiayaan secara tepat dan bertanggung jawab. Ia juga mengajak pelaku usaha memegang filosofi NENEM, yakni Nemen atau bekerja keras, Nedes atau pantang menyerah, dan Nerimo atau ikhlas.
“Diharapkan pinjaman modal ini dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya sehingga usaha para penerima dapat berkembang, sukses, dan mandiri secara ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Tubaba H. Purwanto mengatakan subsidi tersebut bersumber dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) para ASN di lingkungan Pemkab Tubaba.
Menurut Purwanto, pemanfaatan dana ZIS melalui pembiayaan produktif diharapkan mampu membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rentenir maupun pinjaman ilegal.
“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha sekaligus menjadi salah satu upaya untuk memutus ketergantungan terhadap pinjaman rentenir maupun pinjaman ilegal (bank titil) yang dapat membebani pelaku usaha,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan menjadi alternatif pembiayaan yang lebih aman bagi pelaku usaha kecil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga di Tubaba.
Peluncuran program turut dihadiri jajaran pejabat Pemkab Tubaba, Kepala BPRS Tani Tubaba, Camat Tulang Bawang Tengah, Kepalo Tiyuh Tirta Makmur, para penerima manfaat, serta tamu undangan.
![]()













