Tubaba Belum Terpapar Abu Krakatau, Pemkab Perketat Pantauan ISPA

Foto: Kadis Kesehatan Tubaba, Majril

Nalarmu.id — Perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian Dinas Kesehatan Tulang Bawang Barat (Tubaba) di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga 9 September 2026, tercatat 576 kasus ISPA di wilayah tersebut.

Angka itu merupakan akumulasi 481 kasus yang tercatat hingga 5 September, ditambah 95 kasus sepanjang 6-9 September 2026.

Meski terjadi penambahan kasus, Dinas Kesehatan Tubaba memastikan belum ada dasar untuk mengaitkannya dengan paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Kesehatan Tubaba Majril mengatakan, berdasarkan pemantauan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Kamis (10/9/2026) belum ditemukan abu maupun debu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Tubaba.

“Untuk saat ini Tubaba belum terdampak langsung abu vulkanik. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan,” kata Majril saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).

Menurut Majril, ISPA dapat dipicu oleh berbagai faktor. Karena itu, peningkatan jumlah kasus tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan dengan aktivitas vulkanik.

Untuk memastikan kemungkinan keterkaitan dengan abu vulkanik, diperlukan penilaian klinis dan epidemiologis. Pemeriksaan tersebut mencakup riwayat paparan, waktu munculnya gejala, kondisi lingkungan, pola kasus, kualitas udara serta hasil pemeriksaan pasien.

“Jadi adanya penambahan kasus ISPA tidak otomatis berarti disebabkan abu vulkanik. Perlu dilihat riwayat paparan dan faktor lainnya, apalagi Tubaba tidak terdampak abu vulkanik,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes terus memantau perkembangan kasus ISPA melalui 16 Puskesmas di seluruh Tubaba. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui apabila terjadi peningkatan kasus pada wilayah maupun kelompok masyarakat tertentu.

Kewaspadaan tersebut diperkuat setelah Dinkes Tubaba menerima Surat Edaran Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tertanggal 6 September 2026 mengenai kewaspadaan dan langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dinkes juga telah mengusulkan kebutuhan masker kepada Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung berdasarkan data dari 16 Puskesmas.

Pembagian masker kepada masyarakat bersama Polres Tubaba direncanakan berlangsung Jumat (11/9/2026).

Majril mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk, tenggorokan gatal atau teriritasi, hidung berair atau tersumbat, sesak napas, rasa tidak nyaman di dada, napas berbunyi maupun iritasi mata.

Perhatian lebih juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma dan masyarakat dengan penyakit paru kronis.

Sementara itu, BPBD Tubaba terus memantau kemungkinan pergerakan abu vulkanik menuju wilayah Tubaba.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tubaba Reja Rican mengatakan, penyebaran abu vulkanik dipengaruhi sejumlah faktor, terutama aktivitas gunung, arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer.

“Sejauh ini Tubaba belum terdampak. Kami tetap melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Reja mewakili Kepala BPBD Tubaba.

BPBD meminta masyarakat tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau diimbau dipantau melalui informasi resmi pemerintah dan instansi terkait.

Apabila abu vulkanik mulai mencapai Tubaba, masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika berada di luar rumah serta mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan.

Pintu, jendela dan ventilasi rumah juga perlu ditutup apabila abu mulai masuk. Makanan dan sumber air harus dilindungi dari paparan abu.

Untuk membersihkan abu, masyarakat dianjurkan membasahinya terlebih dahulu atau menggunakan lap basah agar partikel tidak kembali beterbangan. Pengendara juga diminta berhati-hati karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin.

Hingga saat ini, kondisi Tubaba masih terkendali. Pemerintah daerah meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan kewaspadaan, terutama dengan mengutamakan informasi resmi dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan berat atau menetap.

“BPBD Tubaba mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan semangat Tangguh, Tanggap, Selamat,” pungkas Reja.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *