Gerai KDKMP Jadi Ruang Belajar Darurat, Disdikbud Apresiasi Dukungan Kodim Lambar

Foto: Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri

Nalarmu.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengapresiasi langkah Komando Distrik Militer (Kodim) 0422/Lampung Barat yang mengizinkan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pekon Sukaraja, Kecamatan Batu Brak, digunakan sebagai tempat belajar sementara bagi siswa SDN Sukaraja selama proses revitalisasi sekolah berlangsung.

Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri, mengatakan pemanfaatan gerai tersebut menjadi solusi agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meskipun seluruh ruang kelas di sekolah itu sedang menjalani perbaikan. Apresiasi itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026).

Menurut Tati, pemenuhan hak pendidikan siswa harus tetap menjadi prioritas. Karena itu, pihaknya bersama sekolah berupaya mencari lokasi alternatif agar proses pembelajaran tidak terhenti akibat pekerjaan revitalisasi.

“Prinsipnya, jangan sampai ada siswa di Lampung Barat yang diliburkan atau tidak mendapatkan haknya untuk belajar. Karena itu, kami bersama para guru berinisiatif mencari solusi agar anak-anak tetap mendapatkan pelajaran selama proses revitalisasi berlangsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi SDN Sukaraja pada 2026 mencakup enam ruang kelas. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar-mengajar tidak dapat dilaksanakan seperti biasa sehingga diperlukan tempat alternatif yang memadai.

Di sisi lain, gerai KDKMP yang berada tidak jauh dari sekolah telah selesai dibangun, tetapi belum beroperasi. Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah bersama Disdikbud mengajukan izin kepada jajaran Kodim 0422/Lampung Barat agar sebagian ruangan di gerai tersebut dapat digunakan sementara untuk kegiatan belajar.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN Sukaraja memiliki 46 siswa. Untuk memastikan seluruh siswa tetap memperoleh pembelajaran, mereka dibagi menjadi dua kelompok dan ditempatkan di lokasi berbeda.

“Kurang lebih ada 23 siswa yang belajar di gerai KDKMP. Sementara siswa lainnya belajar di rumah salah seorang guru yang lokasinya tidak jauh dari sekolah dan tempatnya memadai untuk kegiatan belajar-mengajar,” jelas Tati.

Tati menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, termasuk ketika siswa harus menjalani kegiatan belajar di luar gedung sekolah.

Ia menambahkan, antisipasi terhadap dampak revitalisasi telah dilakukan sejak awal melalui imbauan kepada para kepala sekolah agar menyiapkan tempat belajar alternatif. Hal itu dinilai penting karena pelaksanaan revitalisasi di setiap sekolah memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari perbaikan bangunan hingga pembangunan gedung baru.

“Kami sudah mengimbau para kepala sekolah agar menyiapkan solusi dan memastikan anak-anak tidak diliburkan. Apa pun kondisinya, pembelajaran harus tetap berjalan meskipun tempatnya berbeda-beda,” katanya.

Terkait penggunaan gerai KDKMP, Tati kembali menyampaikan terima kasih kepada Dandim 0422/Lampung Barat, Letkol Inf. Rizky Kurniawan, beserta jajarannya atas dukungan yang diberikan kepada para siswa SDN Sukaraja.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kodim, khususnya Pak Dandim 0422/Lampung Barat, yang telah memberikan izin sehingga gerai KDKMP bisa dimanfaatkan untuk tempat belajar anak-anak,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, proses revitalisasi tersebut ditargetkan berlangsung selama 100 hari kerja atau sekitar tiga bulan. Selama pengerjaan berlangsung, tempat belajar alternatif diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran hingga ruang kelas selesai diperbaiki dan kembali digunakan.

Di akhir keterangannya, Tati berpesan agar para siswa tetap bersemangat menuntut ilmu meskipun harus menyesuaikan diri dengan suasana belajar yang berbeda.

“Untuk anak-anakku yang saat ini belajar di luar gedung sekolah, tetap semangat dan jangan putus asa. Mencari ilmu tidak harus selalu di dalam ruang kelas. Di luar sekolah pun kita tetap bisa belajar dan mendapatkan pengetahuan,” pesannya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *