GP Ansor Tubaba Matangkan Agenda Organisasi 2026–2027

Foto: Ketua PC GP Ansor Tubaba, Sutikno

Nalarmu.id — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai mematangkan sejumlah agenda organisasi hingga 2027, mulai dari peringatan Hari Santri Nasional, konsolidasi kepengurusan, hingga penguatan kaderisasi.

Ketua PC GP Ansor Tubaba, Sutikno, mengatakan agenda tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi memperkuat konsolidasi sekaligus meningkatkan kapasitas kader muda Nahdlatul Ulama (NU).

“Ansor tidak boleh hanya ramai ketika ada kegiatan. Kaderisasi dan konsolidasi harus berjalan, karena dari situlah kekuatan organisasi dibangun. Kami ingin kader Ansor memiliki kapasitas, militansi, dan komitmen untuk terus berkhidmat kepada umat, NU, dan bangsa,” tegas Sutikno kamis (24/09/2026).

Menurutnya, GP Ansor Tubaba sebagai badan otonom NU akan terus mendukung dan mensukseskan berbagai agenda kerja PCNU Tubaba. 

Karena itu, sejumlah kegiatan telah disiapkan secara bertahap hingga akhir 2026.

Agenda terdekat yakni rangkaian Hari Santri Nasional 2026, yang akan diisi dengan sejumlah perlombaan, diantaranya bidang keagamaan, atletik dan mini soccer. Puncak peringatan dijadwalkan pada 22 Oktober 2026 melalui upacara bendera di Lapangan Mulya Kencana, yang kemudian dilanjutkan dengan pawai santri

Memasuki November 2026, GP Ansor Tubaba akan melaksanakan reorganisasi kepengurusan di tingkat kecamatan melalui Konferensi Anak Cabang (PAC) GP Ansor pada sembilan kecamatan se-Tubaba.

Selanjutnya, pada akhir 2026, PC GP Ansor Tubaba merencanakan pelantikan kepengurusan masa khidmat 2026–2030. Bersamaan dengan itu, seluruh PAC GP Ansor se-Tubaba juga akan dilantik untuk masa khidmat 2026–2028.

Rangkaian tersebut akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk menyusun program kerja organisasi selama empat tahun ke depan.

“Setelah konsolidasi selesai, pekerjaan berikutnya adalah memastikan program berjalan. Kami ingin organisasi ini hidup di tengah masyarakat, bukan hanya di atas struktur kepengurusan. Karena itu, kader harus hadir, bergerak, dan memberikan manfaat,” ujar Sutikno.

Sementara memasuki 2027, GP Ansor Tubaba juga menyiapkan agenda kaderisasi melalui Pelatihan Kader Indonesia ASRI sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat, Gerakan Indonesia ASRI.

Sutikno menegaskan, rangkaian agenda tersebut diarahkan untuk membangun organisasi yang lebih solid sekaligus melahirkan kader muda yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

“Target kami jelas, organisasi semakin solid dan kader semakin siap. Ansor harus mampu menjadi ruang pembinaan pemuda yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga punya kemampuan untuk mengambil peran dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *